Always support to go green ...^^

Always support to go green ...^^
Always support to go green ...^^

Minggu, 14 Maret 2010

Analisis Terjadinya Pencemaran Air

Menganalisis Terjadinya Pencemaran Air

Zat- zat pencemar pada air dapat dikelompokkan menjadi 9 jenis berdasarkan perbedaan sifat- sifatnya sebagai berikut :
 Padatan
 Bahan buangan yang membutuhkan oksigen
 Nutrien tanaman
 Minyak
 Mikroorganisme
 Komponen organic sintetik
 Senyawa anorganik dan mineral
 Bahan radioaktif
 Panas

Sifat- sifat air yang umumnya dapat digunakan untuk mengetahui air tercemar atau tidak adalah :
• Nilai pH, keasaman dan alkalinitas
• Suhu
• Warna, bau, dan rasa
• Jumlah padatan
• BOD dan COD
• Pencemaran mikroorganisme pathogen
• Kahngga mengganggu kandungan minyak
• Kandungan logam berat
• Kandungan bahan radioaktip

Analisi pencemaran air
 Identifikasi Pencemar :
1. Langsung
Penggunaan panca indera untuk mengidentifikasi adanya pencemaran, misalnya bau, rasa tidak enak, kekeruhan, pertumbuhan tanaman,dll

2. Tidak Langsung
Keluhan penduduk dalam mengonsumsi air dan adanya bioindikator dalam air

 Sampling
Dilakukan minimal di 2 lokasi, yaitu di hulu di mana air diperkirakan belum tercemar dan di muara(hilir) di mana air diperkirakan telah tercemar.Sampling di daerah muara diusahakan lebih banyak daripada di hulu.

 Analisis data
1. Kekeruhan : disebabkan oleh banyak factor, antara lain debu, tanah liat, bahan organic, dan mikroorganisme. Kekeruhan menyebabkan air menjadi kotor dan tidak jernih. Hal ini mengganggu penetrasi sinar matahari sehinnga mengganggu proses fotosintesis tanaman air. Selain itu pathogen dapat berlindung di sekitar bahan penyebab kekeruhan tersebut.

2. Temperatur : dapat bervariasi tergantung factor adanya pencemar misalnya pembuangan air limbah dapat menyebabkan kenaikan temperature perairan sehingga mengganggu bita air. Pengukuran dapat dilakukan dengan menggunakan thermometer air raksa dan dapat langsung dilakukan di lokasi perairan atau lokasi sampling.

3. pH : Konsentrasi ion hydrogen dalam suatu perairan dinyatakan dengan Ph. Organisme sangat sensitive dengan perubahan ion hydrogen. Air limbah pertambangan dan pertanian mengakibatkan tingginya kadar ion hydrogen sehingga membahayakan kehidupan biota air. Tingginya konsentrasi ion hydrogen menunjukkan perairan bersifat asam. Pengukuran Ph dapat menggunakan ph meter atau kertas lakmus. Pengukurannya juga dapat dilakukan di lokasi sampling.

4. DO ( Dissolved Oxygen ) : merupakan parameter penting untuk mengukur pencemaran air. Dapat diukur dengan mengguanakan DO meter . Sebelum melakukan pengukuran dengan DO meter sebaiknya dilakukan kalibrasi meter sehingga arus listrik yang dicatat sebanding dengan konsentrasi oksigen.

5. BOD ( Biological Oxygen Demand) : banyaknya oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme pada waktu melakukan proses dekomposisi bahan organic yang ada di perairan. Penggunaan oksigen yang rendah menunjukkan kemungkinan air jernih, mikroorganisme tidak tertarik menggunakan bahan organic dan mikroorganisme mati.

6. Total Solid : terdiri dari bahan terlarut dan tidak terlarut yang ada di adalam air. Adanya bahan- bahan tersebut menyebabkan kualitas air tidak baik, menimbulkan berbagai reaksi dan mengganggu estetika. Pengukurannya dilakukan dengan cara penyaringan kemudian pengeringan.


Indah Nirtha.2009.Universitas Lambung Mangkurat

3 komentar:

  1. saling follow yuk kk http://kumpulilmu.blogspot.com

    BalasHapus
  2. artikel nya sangat membantu, kebutulan kami juga membahas mengenai pengolahan air limbah atau Ipal Rumah Sakit, dan kami merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konsultan ipal, hubungi kami disini

    BalasHapus